ads

Posted by : Unknown Tuesday, 3 February 2015

Pengantar IlmuEkonomi
Barang Ekonomi dan Barang Bebas
Barang ekonomi adalah barang yang memerlukan usaha untuk memperolehnya. Misalnya; beras, makanan lain, dan barang-barang produksi industri lainnya.

Barang bebas (barang cuma-cuma) adalah barang yang dapat dinikmati tanpa melakukan kegiatan produksi atau usaha. Misalnya; oksigen, sinar matahari, dan air hujan.
Teori Ekonomi Klasik
& Dasar filsafat; perekonomian yang didasarkan pada sistem bebas berusaha (Laissez Faire) adalah self-regulating, artinya mempunyai kemampuan untuk kembali ke posisi keseimbangan secara otomatis. Pemerintah tidak perlu campur tangan dalam perekonomian.
& Di Pasar Barang sifat self-regulating ini dicerminkan oleh adanya proses yang otomatis membawa kembali ke posisi GDP yang menjamin full-employment, apabila karena sesuatu hal perekonomian tidak pada posisi ini. Landasan dari keyakinan ini adalah;
  Berlakunya hukum Say yang menyatakan bahwa “Supply creates its own demand,”
  Anggapan bahwa semua harga fleksibel
Teori Ekonomi Klasik (lanjutan)
& Di Pasar Tenaga Kerja, dalam jangka pendek hanya ada pengangguran sukarela. Tetapi pengangguran inipun hanya bersifat sementara, karena apabila harga-harga turun (termasuk upah), maka konsumsi dan produksi akan kembali lagi ke tingkat semua (yaitu full employment).
& Di Pasar Uang, terdapat teori kuantitas yang menyatakan  bahwa permintaan akan uang adalah proporsional dengan nilai transaksi yang dilakukan masyarakat. Di Pasar ini ditentukan tingkat harga umum; apabila jumlah uang yang beredar (penawaran akan uang) naik maka tingkat hargapun naik.
Teori Ekonomi Klasik (lanjutan)
& Dalam sistem standar kertas, tidak ada proses otomatis yang menstabilkan tingkat harga. Disini kaum klasik melihat satu-satunya peranan makro pemerintah, yaitu mengendalikan jumlah uang beredar sesuai dengan kebutuhan transaksi masyarakat.
& Di dalam sistem standar emas, ada mekanisme otomatis yang menjamin kestabilan harga. Disini peranan pemerintah tidak dianggap perlu, sebab jumlah uang (emas) yang beredar akan otomatis menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat.
& Di Pasar Luar Negeri, mekanisme otomatis menjamin keseimbangan neraca perdagangan melalui:
   Mekanisme Hume, dalam sistem standar emas, atau
   Mekanisme kurs devisa mengambang, dalam sistem standar kertas.
Campur tangan pemerintah tidak diperlukan.
Teori Ekonomi Keynes
&Keynes berpendapat bahwa sistem Leissez Faire murni tidak bisa dipertahankan. Pada tingkat makro, pemerintah harus secara aktif dan sadar mengendalikan perekonomian ke arah posisi “Full Employment”-nya, sebab mekanisme otomatis ke arah posisi tersebut tidak bisa diandalkan secara otomatis.
&Menurut Keynes, situasi makro suatu perekonomian ditentukan oleh apa yang terjadi dengan permintaan agregat masyarakat apabila permintaan agregat melebihi penawaran agregat (atau output yang dihasilkan) dalam periode tersebut, maka akan terjadi situasi “kekurangan produksi”. Pada periode berikutnya output akan naik atau harga akan naik, atau keduanya terjadi bersama-sama.
&Apabila permintaan agregat lebih kecil daripada penawaran agregat, maka situasi “kelebihan produksi” terjadi. Pada periode berikutnya output akan turun atau harga akan turun, atau keduanya terjadi bersama-sama.
Teori Ekonomi Keynes (Lanjutan)
& Inti dari kebijakan makro Keynes adalah bagaimana pemerintah bisa mempengaruhi permintaan agregat (dengan demikian, mempengaruhi situasi makro), agar mendekati posisi “Full Employment”-nya.
& “Permintaan Agregat” adalah seluruh jumlah uang yang dibelanjakan oleh seluruh lapisan masyarakat untuk membeli barang dan jasa dalam satu tahun. Barang dan jasa diartikan sebagai barang dan jasa yang diproduksikan dalam tahun tersebut (barang bekas atau barang yang diproduksikan tahun-tahun sebelumnya atau barang yang tidak diproduksikan seperti tanah, tenaga kerja dan faktor produksi lain, tidak termasuk dalam pengertian “barang dan jasa” dimaksud disini).
& Dalam perekonomian tertutup permintaan agregat terdiri dari 3 unsur:
   Pengeluaran Konsumsi oleh Rumah Tangga (C)
   Pengeluaran Investasi oleh Perusahaan (I)
   Pengeluaran Pemerintah (G), Pemerintah bisa mempengaruhi permintaan agregat secara langsung melalui pengeluaran pemerintah dan secara tidak langsung terhadap pengeluaran konsumsi dan pengeluaran investasi.
Teori Ekonomi Keynes (Lanjutan)
&Masing-masing unsur permintaan agregat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berbeda. Pengeluaran konsumsi tergantung pada pendapatan yang diterima oleh Rumah Tangga dan kecenderungan berkonsumsinya (propincity to consume). Pengeluaran investasi ditentukan oleh keuntungan yang diharapkan (marginal efficiency of capital) dan biaya dana (tingkat bunga). Pengeluaran pemerintah ditentukan oleh proses politik yang kompleks dan dalam teori makro dianggap “eksogen”.
&Perubahan dari unsur-unsur permintaan agregat (pengeluaran konsumsi, pengeluaran investasi dan pengeluaran pemerintah) mempengaruhi tingkat permintaan agregat melalui proses berantai atau proses multiplier. Bila unsur ini meningkat dengan Rp. 1 maka tingkat permintaan agregat akan meningkat dengan suatu kelipatan dari Rp. 1. pelipat atau multiplier ini tergantung pada besarnya marginal propensity to consume.
Proses Produksi dan Pendapatan Masyarakat 
Fungsi Konsumsi, Saving
& Bentuk umum fungsi konsumsi;


C                             = besarnya konsumsi
a                              = konstanta
MPC = hasrat konsumsi (∆C/∆Y)
Y                              = Pendapatan
& Fungsi saving diperoleh;
Y = C + S
S = Y – C
   = Y – (a + MPC.Y)


S                              = besarnya saving
MPS        = hasrat saving (∆S/∆Y)
                                   1 – MPC
Fungsi Investasi
&Variabel ekonomi ini ditentukan oleh tingkat bunga dan marginal effisiency of capital (MEC)/hasrat investasi.
ü Bila MEC < tingkat bunga, maka Invesatasi tidak dilaksanakan;
ü Bila MEC > tingkat bunga, maka Investasi dilaksanakan
Konsep Pelipat (Multiplier)
&Multiplier adalah angka pengganda dari suatu variabel untuk menghasilkan besarnya perubahan variabel pendapatan nasional (permintaan agregat).


&Karena o < MPC < 1, maka 1 / 1-MPC > 1. jadi ∆I akhirnya mengakibatkan ∆Z > ∆I.
&Contoh: MPC = 0,8. kenaikan pengeluaran investasi (∆I) = Rp. 1 juta akan meningkatkan permintaan agregat (∆Z ) sebesar


Bekerjanya angka pengganda:
Multiplier Effect
Keseimbangan Pasar Barang
(Keynes)
Keseimbangan Pasar Barang
(Keynes)     Lanjutan…

TEORI PEMBANGUNAN


Teori Pembangunan Klasik

Aliran Klasik muncul pada akhir abad ke 18 dan permulaan abad ke 19, yaitu di masa revolusi industri
Pada waktu itu sistem liberal sedang merajalela dan menurut Klasik pertumbuhan ekonomi liberal itu disebabkan oleh adanya pacuan antara kemajuan teknologi dan perkembangan jumlah penduduk


Teori Klasik: tentang pembangunan ekonomi

Kebijaksanaan pasar. Ahli ekonomi Klasik meyakini adanya perekonomian, persaingan sempurna, pasar bebas yang secara otomatis bebas dari campur tangan pemerintah
Pemupukan modal. Semua kaum Klasik memandang pemupukan modal merupakan kunci keberhasilan pembangunan ekonomi
Keuntungan, ransangan bagi investasi. Semakin besar keuntungan yang diperoleh dari penanaman investasi, maka semakin besar pula akumulasi modal dan investasi;
Keuntungan cenderung menurun. Keuntungan tidak akan naik secara terus menerus, namun cenderung menurun apabila persaingan antara kapitalis cenderung meningkat;
Keadaan stasioner.Ahli ekonomi Klasik meramalkan timbulnya keadaan stasioner pada akhir proses pemupukan modal



Teori Ekonomi Klasik, antara lain:

Teori Pembangunan Adam Smith
Teori Ricardian
Teori Pembangunan Malthus


                Teori Pembangunan Adam Smith

Adam Smith (1723-1790) bapak dari ilmu eknomi modern yang terkenal dengan teori nilainya yaitu teori yang menyelidiki faktor-faktor yang menentukan nilai atau harga suatu barang
Bukunya An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776) yang terkenal dengan bukuWealth of Nations yang tema pokoknya mengenai bagaimana perekonomian itu tumbuh
Adam Smith melihat proses pertumbuhan ekonomi itu dari dua segi yaitu pertumbuhan output (GNP) total, dan pertumbuhan penduduk
Pembagian kerja merupakan titik permulaan dari teori pembangunan ekonomi Adam Smith yang meningkatkan daya produktivitas tenaga kerja. Ia menghubungkan kenaikan itu dengan;
                􀂉meningkatnya keterampilan pekerja;
                􀂉penghematan waktu dalam memproduksi barang; dan
                􀂉penemuan mesin yang sangat menghemat tenaga



                Teori Ricardian

David Ricardo (1772-1823) dalam bukunya The Principles of Political Economy and Taxation ikut mengembangkan teori pertumbuhan ekonomi Klasik
Ricardo menganggap bahwa jumlah faktor produksi tanah (sumber-sumber alam) tidak dapat ditambah, sehingga akhirnya bertindak sebagai faktor pembatas dalam proses pertumbuhan suatu masyarakat



                Teori pembangunan ekonomi Ricardo,ciri-ciri:

Tanah terbatas jumlahnya;
Tenaga kerja (penduduk) yang meningkat atau menurun sesuai dengan tingkat upah alamiah;
Akumulasi kapital terjadi apabila tingkat keuntungan yang diperoleh pemilik kapital berada di atas tingkat keuntungan minimal;
Dari waktu ke waktu terjadi kemajuan teknologi;
Sektor pertanian dominan;
Berlaku bagi tanah law of diminishing return



                Teori Pembangunan Malthus

bukunya Principles of Political Economy pada tahun 1820 yang terkenal dengan teori kependudukan, kemudian di keluarkan teori tentang pembangunan ekonomi dalam bukunya The Progress of Wealth pada tahun yang sama
Malthus tidak menganggap proses pembangunan ekonomi terjadi dengan sendirinya
Malthus lebih menitikkan perhatian kepada perkembangan kesejahteraan suatu negara yaitu pembangunan ekonomi yang dapat dicapai dengan meningkatkan kesejahteraan suatu negara
Kesejahteraan itu tergantung kepada kuantitas produk yang dihasilkan oleh tenaga kerjanya dan sebagian lagi dihasilkan oleh nilai produk itu sendiri



                Saran yang diajukan oleh Malthus untuk meningkatkan pembangunan ekonomi :

Pertumbuhan yang berimbang. Di dalam sistem Malthus perekonomian dibagi menjadi sektor:pertanian dan industri. Kemajuan teknologilah di kedua sektor itu yang dapat mambawa kepada pembangunan ekonomi
Menaikkan permintaan efektif. Selain kemajuan teknologi untuk mendorong pembangunan ekonomi juga harus diimbangi dengan meningkatnya permintaan efektif:
ü  pendistribusian kesejahteraan dan pemilikan tanah secara adil;
ü  permintaan efektif dapat ditingkatkan melalui perluasan perdagangan internal dan eksternal., karena perdagangan akan meningkatkan keinginan, hasrat, dan selera untuk mengkonsumsi yang sasarannya untuk menjaga harga di pasar komoditi;
ü  mempertahankan konsumen tidak produktif untuk meningkatkan permintaan efektif
Kelemahan teori Malthus


Stagnasi sekuler tidak melekat pada akumulasi modal
Pandangan negatif terhadap akumulasi modal
Komoditi tidak dipertukarkan dengan komoditi secara langsung
Konsumen tidak produktif memperlambat kemajuan
Dasar tabungan bersisi satu
Teori Schumpeter


Josept Schumpeter hidup di zaman modern (1883-1950), teorinya diungkapkan dalam suatu kerangka analisis sosial yang luas seperti halnya ekonom Klasik
Bukunya yang mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Theory of Economic Development (1911), kemudian diuraikan dalam buku Business Cycles (1939), dan Capitalsm, Socialism, and Democracy (1942)
Schumpeter mengasumsikan adanya perekonomian persaingan sempurna yang berada dalam keseimbangan mantap
Unsur pertama pembangunanteletak pada adanya kombinasi baru dalam kegiatan pembangunan berupa inovasi yang pelakunya adalah wiraswasta atau inovator atau entrepreuner


Inovasi menurut Schumpeter

Diperkenalkannya teknologi baru;
Inovasi menimbulkan keuntungan lebih yang merupakan sumber dana penting bagi akumulasi kapital; dan
Inovasi pada tahap-tahap selanjutnya akan menimbulkan proses imitasi, yaitu adanya pengusaha-pengusaha lain yang meniru teknologi tersebut

          Proses imitasi ini mempunyai pengaruh :

Menurunnya keuntungan monopolis yang dinikmati oleh para inovator
Penyebaran teknologi baru di dalam masyarakat (teknologi tersebut tidak lagi menjadi monopoli para inovatornya)
Teori Keynes

Semakin besar pendapatan nasional semakin besar volume pekerja yang dihasilkan, demikian sebaliknya
Volume pekerja tergantung pada permintaan efektif
Permintaan efektif menentukan tingkat keseimbangan pekerjaan dan pendapatan
Permintaan efektif ditentukan pada titik saat harga permintaan agregat sama dengan harga penawaran agregat
Permintaan efektif terdiri dari penmintaan konsumsi dan investasi
Teori ini hanya berlaku pada ekonomi

            Syarat pokok dalam kemajuan ekonomi

Kemampuan mengendalikan penduduk;
Kebulatan tekat menghindari perang dan perselisihan sipil;
Kemauan untuk mempercayai ilmu pengetahuan dan mempedomani hal-hal yang sesuai dengan ilmu pengetahuan;
Tingkat akumulasi yang ditentukan oleh margin antara produk dan konsumsi


Asumsi yang dipakai Keynes

Didasarkan adanya pengangguran siklis yang terjadi selama depresi:
                a. Pengangguran ini disebabkan oleh menurunnya permintaan efektif
                b. Pengangguran ini dapat dihilangkan dengan menaikkan permintaan efektif
Analisis merupakan analisis periode jangka pendek
Didasarkan pada perekonomian tertutup, tetapi negara terbelakang bukanlah perekonomian tertutup, karena perdagangan luar negeri memainkan peranan yang dominan
Adanya penawaran lebih faktor komplemen, faktor tenaga kerja dan sumber perlengkapan lainnya dalam perekonomian


Peralatan yang dipakai Keynes


Permintaan efektif. Pengangguran merupakan akibat dari kurangnya permintaan efektif dan untuk mengatasinya Keynes menyarankan agar memperbesar pengeluaran konsumsi dan non konsumsi
Kecenderungan mengkonsumsi
Kecenderungan menabung. Ia menyorot tabungan sebagai sifat sosial yang buruk, karena menabung menyebabkan berkurangnya permintaan agregat
Kecenderungan marginal modal
Suku bunga. Suku bunga merupakan faktor penentu kedua investasi
Multiplier. Konsep ini didasarkan pada asumsi:
                        a)pengangguran terpaksa;
                        b)kurva penawaran output yang tidak elastis;
                        c)kapasitas lebih pada industri barang konsumsi;
                        d)penawaran modal kerja bersifat elastis
Langkah-langkah kebijaksanaan

Tahap-tahap Pertumbuhan Ekonomi Rostov

Masyarakat Tradisional
Pra-Syarat Tinggal Landas
Tinggal Landas
Dorongan Menuju Kedewasaan
Era Konsumsi Massa dan Besar-besaran



Masyarakat Tradisional


Masyarakat tradisional diartikan sebagai suatu masyarakat yang strukturnya berkembang di sepanjang fungsi produksi
Struktur sosial masyarakat ini berjenjang; hubungan darah dan keluarga sangat menentukan
Kekuasaan politik terpusat di daerah, ditangan bangsawan pemilik tanah yang didukung oleh sekelompok serdadu dan pegawai negeri.



Pra-Syarat Tinggal Landas


merupakan masa transisi dimana prasarat-prasarat pertumbuhan swadaya dibangun atau diciptakan
Manusia-manusia baru yang mau bekerja keras muncul memasuki sektor ekonomi, mereka bersedia menganbil resiko untuk mengejar keuntungan
Pada tahap ini telah muncul perusahaan manufakturing yang menggunakan metode baru, sehingga kegiatan mereka mengarah kepada industrialisasi



Prasarat yang diperlukan untuk mempertahankan industrialisasi


Perluasan modal overhead sosial khususnya dibidang transpor untuk memperluas pasar, menggarap sumberdaya alam yang lebih produktif;
Revolusi teknologi di bidang pertanian, sehingga produktivitas pertanian meningkat untuk memenuhi kebutuhan penduduk;
Perluasan impor, termasuk impor modal yang dibiaya oleh produksi yang efisien dan pemasaran sumber alam untuk diekspor


Syarat tinggal landas menurut Rostow

Kenaikan laju investasi produktif melebihi 10 persen dari pendapatan nasional;
Perkembangan salah satu atau beberapa sektor manufaktur penting dengan laju pertumbuhan yang tinggi;
Hadirnya secara cepat kerangka politik , sosial dan organisasi yang menampung hasrat ekspansi di sektor modern dan memberikan daya dorong pada pertumbuhan

Dorongan Menuju Kedewasaanada tiga perubahan penting yang terjadi

sifat tenaga kerja berubah menjadi tanaga kerja terdidik. Orang lebih suka tinggal di kota dari pada di desa. Upah nyata mulai meningkat, orang telah memikirkan jaminan sosial dan ekonomi yang lebih besar;
watak pengusaha berubah, pekerja keras dan kasar berubah menjadi manajer efisien yang halus dan sopan;
masyarakat merasa bosan dengan keajaiban industrialisasi dan menginginkan sesuatu yang baru menuju perubahan lebih jauh



Era Konsumsi Massa dan Besar-besaran tiga kekuatan yang cenderung meningkatkan kesejahteraan

penerapan kebijaksanaan nasional guna meningkatkan kekuasaan dan pengaruh;
ingin memiliki satu negara kesejahteraan dengan pemerataan pendapatan nasional yang lebih adil melalui pajak progresif, jaminan sosial, fasilitas hiburan;
keputusan untuk membangun pusat perdagangan dan sektor penting


Hukum permintaan
“ JIKA HARGA TURUN MAKA PERMINTAAN AKAN BARANG TERSEBUT AKAN BERTAMBAH, SEBALIKNYA JIKA HARGA NAIK MAKA JUMLAH BARANG YANG DIMINTA AKAN BERKURANG “
Kurva permintaan
Kurva permintaan ( demand curve ) adalah gambar dari fungsi permintaan yang disederhanakan, yaitu dengan menganggap faktor-faktor lain selain harga barang itu sendiri tidak berubah.

Mekanisme Pasar

Mekanisme Pasar  (Teori Penawaran)
q  Penawaran Pasar dan Kurva Penawaran Pasar, adalah keinginan dan kemampuan penjual menawarkan/ memproduksi sejumlah barang pada berbagai tingkat harga.
q  Hukum Penawaran, hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan terhadap perubahan harga adalah searah, ceteris paribus.
q  Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran; Biaya produksi, tingkat persaingan, teknologi, ekspektasi pasar dan faktor non ekonomi yang lain.


Mekanisme Pasar
q  Penentuan Harga Pasar, interaksi antara permintaan pasar dan penawaran pasar akan menghasilkan harga (P) dan jumlah (Q) keseimbangan (ekuilibrium) pasar barang tersebut.
q  Secara grafik, keseimbangan pasar ditunjukkan pada titik perpotongan kurva penawaran dengan kurva permintaan.

Kebijakan Ceiling Price
Kebijakan Floor Price
Teori Sarang Laba-Laba
Surplus Produsen dan Konsumen
KRITERIA ELASTISITAS PERMINTAAN :

Ed > 1                        : Elastis
Ed < 1        : In Elastis
Ed = 1       : Unitary
Ed = 0      : In Elastis Sempurna
Ed = ~       : Elastis Sempurna
Skema Proses Produksi
Produksi merupakan konsep arus (flow consept), bahwa kegiatan produksi diukur dari jumlah barang-barang atau jasa yang dihasilkan  dalam suatu periode waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa yang dihasilkan tidak berubah.
Tujuan Perusahaan
Maksimisasi Sumberdaya (Tenaga Kerja)
Maksimisasi Output (Penjualan)
Maksimisasi Growth (Pertumbuhan)

Kategori Kegiatan Produksi:
Produksi sesuai pesanan (custom-order production)
Produksi massal yang kaku (rigid mass production)
Produksi massal yang fleksibel (flexible mass production
Proses atau aliran produksi (process or flow production)
Analisis Biaya Produksi Jangka Pendek
3 konsep (fungsi) tentang biaya produksi, yaitu;
    Biaya Tetap Total (Total Fixed Cost),
  TFC = f (Konstan).
    Biaya Variabel Total (Total Variabel Cost), TVC = f (output atau Q).
    Total Cost (Total Cost), TC = TFC + TVC
Analisis Biaya Produksi Jangka Pendek
Biaya Rata-rata;  
    Average Fixed Cost,                    AFC = TFC/Q
    Average Variabel Cost,               AVC = AVC/Q
    Average Cost,



Biaya Marjinal (Marginal Cost);
MC = ∆TC/ ∆Q
Analisis Biaya Jangka Panjang ( Long-run average atau LAC ) :

Proses produksi yang sudah tidak menggunakan input tetap, seluruh biaya produksi adalah variabel.

Perilaku biaya produksi jangka panjang; keputusan penggunaan input variabel oleh perusahaan dalam jangka pendek.

Fungsi biaya jangka panjang; Biaya rata-rata jangka panjang (LAC), Biaya marjinal jangka panjang (LMC), yang diperoleh dari biaya total jangka panjang (LTC).

Hubungan Biaya, Penerimaan dan Laba
Perencanaan produksi
    Produk (output)
    Input
    Teknologi

qKeuntungan produsen / perusahaan, selisih penerimaan terhadap pengeluaran (biaya)
          Laba = TR – TC
qTR = P x Q            TC = TFC + TVC
qTFC = f (a)   a = konstanta
qTVC = f (Q) maka fungsi biaya TC = a + bQ
The Law of Diminishing Return
Hukum yang menyatakan berkurangnya tambahan output dari penambahan satu unit input variabel, pada saat output telah mencapai maksimum.

Asumsi yang berlaku:
    Hanya ada satu unit input variabel, input yang lain tetap.
    Teknologi yang digunakan dalam proses produksi tidak berubah.
    Sifat koefisien produksi adalah berubah-ubah.
Hubungan Biaya, Penerimaan dan Laba
EKSTERNALITAS (EKSTERNALITY)
Adalah kerugian atau keuntungan-keuntungan yang diderita atau dinikmati pelaku ekonomi karena tindakan pelaku ekonomi lain.

Diseconomies externality adalah tindakan pelaku ekonomi yang satu merugikan yang lain. Economies externality atau benefit externality adalah tindakan pelaku ekonomi yang satu menguntungkan yang lain.

Eksternalitas yang menguntungkan maupun yang merugikan menyebabkan pasar tidak bisa efisien.
CONTOH
EKSTERNALITAS NEGATIF: Polusi pabrik aluminium
     Polusi pabrik akan menyebabkan resiko kesehatan bagi yang menghirup.
EKSTERNALITAS POSITIP: Pendidikan.
     Pendidikan akan menguntungkan bagi semua orang. Pendidikan akan meningkatkan produktivitas sehingga akan meningkatkan pendapatan.
EKSTERNALITAS POSITIF               

Harga
Aluminium                                                   

                                                                                   
                                                                                  


                                                                  
                                                                               Permintaan
                                                                               (nilai pribadi)

                                        Qmarket    Qoptimum        jumlah aluminium



POLUSI DAN TITIK OPTIMALNYA BAGI MASYARAKAT
Dengan adanya eksternalitas negatif, seperti polusi, biaya sosial suatu barang melebihi biaya swastanya. Jumlah yang optimal, Qoptimum lebih kecil daripada jumlah keseimbangannya, Qmarket
EKSTERNALITAS NEGATIF               

Harga
Aluminium                                                    Biaya sosial

                                                                                    Penawaran
                                                                                   (biaya pribadi)


                                                                  
                                                                               Permintaan
                                                                               (nilai pribadi)

                                        Qoptimum    Qmarket        jumlah aluminium



PENDIDIKAN DAN TITIK OPTIMALNYA BAGI MASYARAKAT
Dengan adanya eksternalitas positip, niali sosial suatu barang melebihi nilai swastanya. Jumlah yang optimal, Qoptimum lebih besar dari pada jumlah keseimbangannya, Qmarket.
SOLUSI SWASTA UNTUK EKSTERNALITAS
Diselesaikan dengan kode-kode moral dan hukuman-hukuman sosial.
Dengan beramal.
Dengan mengandalkan kepentingan-kepentingan pribadi dari pihak-pihak yang berhubungan. (misal petani apel dan petani lebah)
TEOREMA COASE
Adalah suatu pendapat bahwa jika pihak-pihak swasta dapat melakukan tawar-menawar mengenai alokasi sumber-sumber daya tanpa harus mengeluarkan biaya, mereka dapat menyelesaikan masalah eksternalitas mereka sendirinya.
Solusi swasta kadang tidak mampu menyelesaikan masalah akibat eksternalitas karena adanya biaya transaksi.

KEBIJAKAN PUBLIK MENGENAI EKSTERNALITAS
Regulasi
Pajak pigovian dan subsidi. Pajak pivogian adalah pajak yang diberlakukan untuk memperbaiki dampak-dampak dari suatu eksternalitas negatif.
EKSTERNALITAS MELIPUTI (Mishan, 1990). :
 1. External effects
 2. Neighboorhood effects
 3. Side effects
 4. Spillover effects

Bentuknya (+) atau (-) dan bisa terjadi secara bersamaan (simultan)
JENIS-JENIS EKSTERNALITAS
JENIS-JENIS EKSTERNALITAS
Karakteristik Barang Publik
              Bersifat non rival
              Bersifat non exlusiv
Non rival
Yaitu barang yang dapat dikonsumsi bersamaan pada waktu yang sama tanpa saling meniadakan manfaat.
Contoh : menonton bioskop
Non Eksklusiv
Sifat non eksklusiv mengandung arti bahwa seseorang tidak perlu membayar untuk menikmati manfaat barang publik
Contoh : jalan raya
Barang Publik Semu
                 Bersifat rival tetapi non eksklusiv, yaitu barang tidak dapat dikonsumsi bersama-sama namun untuk menikmatinya tidak harus membayar, contoh bimbingan konseling di sekolah
                 Bersifat non rival tetapi eksklusiv, yaitu barang ini dapat dikonsumsi bersamaan tetapi untuk menikmatinya harus membayar, misalnya naik angkutan umum
Efisiensi Penyediaan Barang Publik
Penyediaan barang publik dapat efisien jika diketahui permintaan dan penawarannya
Masalah-masalah dalam penyediaan barang publik
              Pengukuran permintaan barang publik
              Pendanaan
              Penyediaan dan produksi barang publik
Masalah pengukuran permintaan barang publik
              Kelompok dalam masyarakat sangat banyak
              Persepsi seseorang atau kelompok masyarakat sifatnya subjektif. Contoh : pembangunan jalan tol di Jakarta dipandang berbeda oleh kelompok yang berbeda
Masalah pendanaan
Barang publik biasanya lebih dibutuhkan oleh kelompok masyarakat yang kurang mampu daripada masyarakat yang mampu. Apabila yang mampu dimintai mendanai pembuatan barang publik ini akan dirasakan tidak adil
Masalah penyediaan dan produksi barang publik
Penyediaan barang publik adakalanya diserahkan kepada swasta (ditenderkan) sehingga akan muncul praktek suap menyuap dari para birokrat
Externalitas
Externalitas adalah kerugian atau keuntungan yang di derita atau dinikmati pelaku ekonomi karena tindakan pelaku ekonomi lain yang tidak tercermin dalam harga pasar.
Externalitas yang merugikan disebut externalitas dis ekonomis
Externalitas yang menguntungkan disebut externalitas ekonomis
Hubungan externalitas dengan perekonomian
Baik externalitas yang menguntungkan maupun yang merugikan akan menyebabkan pasar berjalan secara tidak efisien. Contoh externalitas yang merugikan adalah adanya polusi pencemaran dari pembuangan limbah sehingga perusahaan bisa memproduksi lebih banyak (karena tidak menganggarkan pembuangan limbah)
Eksternalitas merugikan
Tujuan penyediaan barang publik
              Menciptakan externalitas ekonomi yang sebesar-besarnya
              Biaya investasi dan biaya produksi menjadi murah
              Terjadi pertumbuhan ekonomi
              Meningkatkan kesempatan kerja
              Stabilitas harga
              Daya saing
Pilihan masyarakat
Kesulitan menentukan alokasi yang efisien dalam penyediaan barang publik menyebabkan masyarakat demokratis menempuh cara pemilihan suara atau voting
Teorema ketidakmungkinan Arrow
Menyerahkan penyediaan barang publik kepada masyarakat secara demokratis dianggap tidak mungkin karena :
              Pilihan individu seringkali tidak konsisten apalagi jika pilihan yang dibandingkan makin banyak
              Adanya kelompok yang mendominasi dan mampu memaksakan kehendak kepada masyarakat banyak
THANKS



Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © all about my think - by gicha - Powered by Blogger-