ads
- Back to Home »
- ilmu managemen »
- ILMU BUDAYA DASAR
Posted by : Unknown
Tuesday, 3 February 2015
IBD,
adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan mengenai :
- Nilai-nilai
kehidupan / norma-norma.
- Kebudayaan.
- Berbagai
macam masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah
membaca diharapkan dapat
memperlihatkan :
- Minat
dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi disekitarnya dan diluar
lingkungannya.
- Kesadaran
akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini
dengan cara hidupnya sehari-hari.
- Kerelaan
memikirkan kembali dengan hati terbuka nilai-nilai yang dianutnya untuk
mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri membenarkan nilai-nilai tersebut
untuk dirinya sendiri.
Latar
Belakang IBD Dalam Konteks Budaya Dan Masyarakat Indonesia
-
Kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan
segala keaneka- ragaman dan tidak bisa lepas dari ikatan-ikatan kesukuan dan
kedaerahan.
- Proses
pembangunan yang sedang berlangsung menimbulkan perubahan dan pergeseran sistem
nilai budaya sehingga mental manusiapun terkena pengaruhnya.
IBD
Sebagai Bagian Darimata Kuliah Dasar Umum
- Berjiwa
Pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan pengalaman
nilai-nilai Pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang
mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
- Taqwa
terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran
agamanya, dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
Pengertian
Ilmu Budaya Dasar :
adalah pengetahuan
yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang
konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan
kebudayaan.
Menurut Prof.
Dr. Harsya Bachtiar mengemukan bahwa Ilmu Pengetahuan dikelompokan
dalam tiga kelompok besar :
1. Ilmu–ilmu
Alamiah (Natural Science): bertujuan mengetahui
keteraturan-keteraturan yang terdapat di alam semesta.
2. Ilmu-ilmu
Sosial (Social Science): bertujuan untuk mengkaji
keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia.
3.
Pengetahuan Budaya (The Humanities): bertujuan untuk memahami
dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Metode pengungkapan
peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, kemudian
diberi arti.
Tujuan
Ilmu Budaya Dasar :
- Mengusahakan
kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih
mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan
profesi mereka.
- Memberi
kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan tentang masalah kemanusiaan
dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap
persoalan–persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
- Mengusahakan
mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang
disiplin masing-masing, tidak jatuh kedalam sifat–sifat kedaerahan dan
pengkotakan disiplin yang ketat.
Ruang
Lingkup Ilmu Budaya Dasar :
- Berbagai
aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang
dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya;
- Hakekat
manusia yang satu atau universal, akan tetapi beraneka ragam
perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat.
Pokok
bahasan yang akan dikembangkan adalah :
Manusia
dan Cinta Kasih; Manusia dan Keindahan;
Manusia
dan Penderitaan; Manusia dan Keadilan;
Manusia
dan Pandangan Hidup; Manusia dan Tanggungjawab;
Manusia
dan Kegelisahan; Manusia dan Harapan.
MANUSIA
& KEBUDAYAAN
Manusia
terdiri dari 4 unsur :
Jasad
: badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba dan difoto, dan
menempati ruang dan waktu.
Hayat
: mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak.
Ruh
: bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja
secara spiritual dan memahami kebenaran.
Nafs
: dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.
Manusia
Sebagai Satu Kepribadian
Mengandung
Tiga Unsur :
ID,
yang merupakan kepribadian yang paling primitif dan
paling tidak Nampak. ID merupakan libido murni.
EGO,
merupakan bagian satu struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari ID.
Sebagai kepribadian eksekutif karena peranannya dalam menghubungkan energi ID
dalam saluran sosial yang dapat dimengerti orang lain.
SUPER
EGO, merupakan struktur kepribadian yang
paling akhir. Muncul kira-kira umur 5 tahun. ID dan EGO berkembang secara
internal dalam diri individu. SUPER EGO terbentuk dari lingkungan eksternal.
SUPER EGO merupakan kesatuan standar-standar moral.
HAKEKAT MANUSIA
1.
Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan
yang utuh.
2.
Makhluk ciptaan Tuhan yan sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk
lainnya, misalnya:
Perasaan
Intelektual.
Perasaan Estetis
Perasaan Etis
Perasaan Diri
Perasaan Sosial
Perasaan Religius
3.
Makhluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi.
4.
Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai
kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Pengertian
Kebudayaan
Menurut E.B.
Taylor (1871); Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup
pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan–
kemampuan lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota
masyarakat;
Menurut Selo
Sumarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan
kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat;
Menurut Sutan
Takdir Alisyahbana; Kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir.
Unsur-
Unsur Kebudayaan
Menurut C.
Kluckhon, yaitu :
•
Sistem religi
•
Sistem organisasi kemasyarakatan
•
Sistem pengetahuan
•
Sistem mata pencaharian hidup dan
sistem ekonomi
•
Sistem teknologi dan peralatan
•
Bahasa
•
Kesenian.
Wujud
Kebudayaan
Menurut dimensi
wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu :
Kompleks
gagasan, konsep, dan pikiran manusia;
Kompleks
aktivitas;
Wujud
sebagai benda.
Kaitan
Manusia Dan Kebudayaan
Secara
sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai
perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia
dari sisi lain hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang
setara dengan hubungan antara manusia dan masyarakat dinyatakan sebagai
dialektis.
Proses
dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu :
Eksternalisasi,
proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
Obyektivasi,
proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang
terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia.
Internalisasi,
proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia
mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik.
MANUSIA
& CINTA KASIH
Pengertian
Cinta Kasih
Menurut
kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah
rasa sangat suka, sayang, ataupun sangat tertarik hatinya.
Pengertian
cinta menurut Dr. Abdullah Nasih Ulwan, dalam bukunya manajemen cinta;
Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang
untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut, dan kasih sayang.
Cinta
memiliki tiga tingkatan
tinggi
(Allah dan Rasulnya dan berjihad di jalan Allah),
menengah
(orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat)
rendah
(keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal).
Hikmah
cinta
Hikmah
cinta adalah sangat besar, hanya orang yang telah diberi kefahaman dan
kecerdasan oleh Allah sajalah yang mampu merenungkannya. Diantara hikmah-hikmah
tersebut adalah :
Sesungguhnya
cinta itu adalah merupakan ujian yang berat dan pahit dalam kehidupan manusia,
karena setiap cinta mengalami berbagai macam rintangan;
Bahwa
fenomena cinta yang telah melekat di dalam jiwa manusia merupakan pendorong dan
pembangkit yang paling besar di dalam melestarikan lingkungan;
Bahwa
fenomena cinta merupakan faktor utama di dalam kelanjutan hidup manusia;
Fenomena
cinta, jika diperhatikan merupakan pengikat yang paling kuat di dalam hubungan
antar anggota keluarga, kerukunan bermasyarakat, mengasihi sesama mahluk
menegakkan keamanan, ketentraman dan keselamatan di segala penjuru bumi.
Cinta
Menurut Ajaran Agama
Cinta
Diri (QS. Al Adiyat, 100:8, QS. Fushilat, 41:49).
Cinta
Kepada Sesama Manusia
Cinta
Seksual (QS. Ar Rum, 30:21)
Cinta
Kebapakan (QS. Maryam, 19:4-6, QS. Yusuf 12:84, QS. Hud, 11:45)
Cinta
Kepada Allah (QS. Al Imran, 3:31)
Cinta
Kepada Rasul.
Kasih
Sayang
Dari
cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan:
Orang
tua bersifat aktif, Si Anak bersifat pasif.
Dalam hal ini orang
tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik berupa moral, materil dengan
sebanyak-banyaknya, dan Si Anak menerima saja.
Orang
tua bersifat pasif, Si Anak bersifat aktif.
Dalam hal ini Si Anak
memberikan kasih sayang kepada orang tuanya, sedangkan orang tuanya tidak
memberikan perhatian apa yang diperbuat Si Anak.
Orang
tua bersifat pasif, Si Anak bersifat pasif.
Masing-masing membawa
hidupnya, tingkah lakunya sendiri tanpa saling memperhatikan.
Orang
tua bersifat aktif, Si Anak bersifat aktif.
Dalam hal ini orang
tua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya.
Kemesraan
Kemesraan ialah
hubungan yan akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara
maupun yang sudah berumah tangga.
Kemesraan pada
dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yangmendalam. Cinta yang berlanjut
menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan.
Kemesraan adalah
perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia.
Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan
kemampuan dan bakatnya
Pemujaan
Pemujaan adalah salah
satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa yang diwujudkan dalam
bentuk komunikasi ritual.
Kecintaan manusia
kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah
karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang
sebenarnya. Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai
dengan agama masing-masing, kepercayaan, kondisi, dan situasi.
Belas
Kasihan
Dalam
surat Yohanes dijelaskan ada 3 macam cinta :
Cinta
Agape ialah cinta manusia kepada Tuhan.
Cinta
Philia ialah cinta kepada ibu, bapak, saudara dan yang ketiga
Cinta
Amor ialah antara pria dan wanita.
Dalam esai on
love ada pengertian bahwa cinta adalah rasa persatuan tanpa syarat.
Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali yang harus kita kasihani.
Cinta
Kasih Erotis
Merupakan
atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak
lain adalah kemauan kedua nya,
MANUSIA
& KEINDAHAN
KEINDAHAN
Apakah
Keindahan Itu?
Kata
keindahan berasal dari kata indah yang artinya bagus, cantik, elok,
molek, dan sebagainya. Keindahan adalah suatu konsep abstrak
yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas.
Perbedaan
keindahan menurut luasnya pengertian yaitu:
Keindahan
dalam arti yang luas. Pengertian keindahan yang seluas-luasnya
meliputikeindahan seni, keindahan alam, keindahan moral, dan keindahan
intelektual.
Keindahan
dalam arti estetis murni, menyangkut pengalaman estetis dari
seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang
diserapnya.
Keindahan
dalam arti terbatas, lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut
benda yang diserapnya dengan penglihatan.
Nilai
Estetik
Nilai
estetik adalah nilai suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau
suatu golongan.
Nilai
digolongkan menjadi:
Nilai
ekstrinsik : sifat baik suatu benda
sebagai alat untuk sesuatu hal lainnya.
Nilai
intrinsik : sifat baik dari benda yang
bersangkutan atau sebagai suatu tujuan ataupun demi kepentingan benda itu
sendiri .
Kontemplasi
dan Ekstansi
Keindahan dapat
dinikmati menurut selera seni dan selera biasa. Keindahan yang
didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan
ekstansi.
Kontemplasi adalah:
dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah.
Ekstansi adalah:
dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang
indah.
Apabila kedua dasar
tersebut dihubungkan dengan bentuk di luar diri manusia, maka akan
terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah
Apa
Sebab Manusia Menciptakan Keindahan?
Alasan atau motivasi
dan tujuan seniman menciptakan keindahan :
Tata
nilai yang telah usang
Kemerosotan
zaman
Penderitaan
manusia
Keagungan
Tuhan
RENUNGAN
Renungan berasal dari
kata renung artinya diam-diam memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam.
Dalam merenung untuk
menciptakan seni ada beberapa teori, yaitu :
Teori
Pengungkapan. Dalil teori ini adalah ‘art
is an expression of human feeling’. Tokoh: Benedeto Croce, Leo
Tolstoi
Teori
Metafisik. Orang yang menggunakan firasat
sebagai dasar merenung. Tokohnya : Plato dan Arthur Schopenhauer (1788-1860)
Teori
Psikologis. Penciptaan seni didasarkan pada
kejiwaan. Suatu teori lain tentang sumber seni adalah teori permainan
(dikembangkan oleh Freedrick Schiller 1757- 1805 dan Herbert Spencer 1820
– 1903) dan teori penandaan.
KESERASIAN
Keserasian berasal
dari kata serasi dan dari kata rasi, artinya cocok, kena benar, dan
sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsurperpaduan,
pertentangan, ukuran dan seimbang.
Teori
Objektif dan Teori Subjektif The Liang Gie dalam bukunya garis
besar estetika menjelaskan bahwa dalam menciptakan seni ada 2 teori
yaitu :
Teori
objektif berpendapat bahwa keindahan
atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat (kualitas) yang memang
benar melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang
mengamatinya. Pendukung teori objektif adalah Plato, Hegel dan Bernard
Bocanquat.
Teori
subjektif menyatakan bahwa ciri-ciri yang
menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam
diri seseorang yang mengamati sesuatu benda. Pendukung teori subjektif
adalah Henry Home, Earlof Shaffesbury dan Edmund Burke.
Teori
Perimbangan
Teori
perimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani Kuno dahulu dipahami pula
dalam arti yang lebih terbatas yakni secara kualitatif
yang diungkapkan dengan angka-angka.
MANUSIA
& PENDERITAAN
Pengertian
Penderitaan
Penderitaan
berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa
sansekerta dhra. Derita artinya menanggung atau merasakan
sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin atau
lahir batin.
S
I K S A A N
Siksaan dapat
diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani dan dapat juga berupa siksaan jiwa
atau rohani.
Akibat
siksaan yang dialami seseorang, timbul lah penderitaan.Siksaan yang sifatnya
psikis misalnya:
Kebimbangan: dialami
seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan yang akan
diambil.
Kesepian: dialami
seseorang yang merasa kesepian walaupun berada di lingkungan ramai.
Ketakutan: merupakan
bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin.
Sebab
Seseorang Merasa Ketakutan :
Claustrophobia :
takut terhadap ruangan tertutup
Agorophobia
: takut terhadap ruangan terbuka
Gamang
: takut berada di tempat ketinggian
Kegelapan
: takut bila berada di tempat gelap
Kesakitan
: takut yang disebabkan rasa sakit
Kegagalan
: takut akan mengalami kegagalan.
KEKALUTAN
MENTAL
Kekalutan
mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi
persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah
kurang wajar.
Sebab-sebab
timbulnya kekalutan mental :
Kepribadian
yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
Terjadinya
konflik sosial budaya akibat norma, berbeda antara yang bersangkutan dengan apa
yang ada dalam masyarakat sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi
Proses-proses
kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya ke arah :
Positif
: trauma (luka jiwa), survive dalam hidup;
Negatif
: trauma diperlarutkan atau diperturutkan akhirnya
frustasi
BENTUK-BENTUK
FRUSTASI
Agresi
: kemarahan
yang meluap-luap akibat emosi tidak terkendali;
Regresi
: kembali
pada pola reaksi primitif atau kekanak-kanakan;
Fiksasi
: pembatasan
pada satu pola yang sama;
Proyeksi
: memproyeksikan kelemahan dan
sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain;
Identifikasi
: menyamakan
diri dengan seseorang yang sukses dalam imajinasinya;
Narsisme
: merasa
dirinya lebih superior daripada orang lain
Autisme
: gejala
menutup diri secara total dari dunia riil, puas dengan fantasinya sendiri.
Penderita
kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
Kota-kota
besar : yang memberikan tantangan hidup
yang berat, sehingga mereka dikejar-kejar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya;
Anak-anak
muda usia : yang
tidak berhasil dalam mencapai apa yang dikehendaki atau di idam-idamkan, karena
tidak berimbangnya kemampuan dan tujuannya;
Wanita
: pada
umumnya lebih mudah merasakan suatu masalah yang dipendam ke dalam hati atau
perasaannya, tetapi sulit mengeluarkan perasaannya tersebut, mereka memiliki
kondisi tubuh yang lemah;
MANUSIA
& KEADILAN
PENGERTIAN
KEADILAN
Keadilan
menurut
Aristoteles
adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik
tengah antara kedua ujung ekstrim yang terlalu banyak terlalu sedikit. Beberapa
para pemikir yang mendefinisikan keadilan adalah :
Plato, keadilan
diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang
dapat mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
Socrates,
memproyeksikan keadilan pada pemerintahan.
Kong
Hu Chu, keadilan terjadi apabila anak
sebagai anak, ayah sebagai ayah, dan raja sebagai raja, masing-masing telah
melaksanakkan kewajibannya.
KEADILAN
SOSIAL
Berbicara
tentang keadilan kita akan ingat dasar Negara kita yaitu Pancasila sila kelima
yang berbunyi “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” hal ini
mengandung pengertian tidak ada kemiskinan dalam Indonesia merdeka.
Bung
Hatta dalam uraiannya mengenaai sila kelima Pancasila menulis bahwa keadilan
sosial adalah langkah yang menentukan untuk melaksanakan Indonesia yang adil
dan makmur.
Mewujudkan
Keadilan Sosial
perbuatan
luhur ynag mencerminkkan sikap dan suasana kekeluargaan
sikap
adil terhadap sesama
sikap
suka memmberi pertolongan terhadap yang membutuhkan
sikap
suka bekerja keras
sikap
menghargai hasil karya orang lain
Asas
Terciptanya Keadilan Sosial
pemerataan
pemenuhan kebutuhan pokok
pemerataan
memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan
pemerataan
pembagian pendapatan
pemerataan
kesempatan kerja
pemerataan
kesempatan berusaha
pemerataan
kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan
pemerataan
penyebaran pembangunan
pemerataan
memperoleh keadilan
Berbagai
Macam Keadilan
Keadilan
legal atau keadilan moral
keadilan dan hukum
merupakkan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga
kesatuannya.
Keadilan
distributive
keadilan akan
terlaksana bila hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan yang tidak sama
secara tidak sama
Keadilan
komutatif
keadilan itu merupakan
asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang menjadikan
ujung ekstrim meenjadikan ketidakadilan dan akan merusak bahkan menghancurkan
pertalian dalam masyarakat.
Kejujuran
Kejujuran
atau jujur artinya apa yang dikatakan oleh seseorang sesuai dengan hati
nuraninya dan apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Jujur juga berarti
hati seseorang bersih dari perbuatan yang dilarang oleh agama. Barang siapa
berkata jujur serta bertindak sesuai dengan kenyataan
KECURANGAN
Kecurangan
artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nurani. Orang yang sudah
berbuat curang dengan maksud memperoleh keuntungan atau materi. Bagi orang yang
berbuat curang akan mendatangkan kesenangan bagi dirinya meskipun orang lain
menderita
Mengapa
Orang Yang Melakukan Kecurangan
Faktor
Ekonomi
Faktor
Kebudayaan
Faktor
Peradaban
Faktor
Teknik
PEMULIHAN
NAMA BAIK
Nama
baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak
tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tidak tercemar.
Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan.
PEMBALASAN
Pembalasan
ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan
serupa, perbuatan yang imbang.
Pembalasan
disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan
yang bersahabat. Sebalik pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan
yang tidak bersahabat pula.
TERIMA
KASIH
ILMU BUDAYA DASAR
Part 2
Part 2
Hendra
Prasetya, SE.
MANUSIA
&
PANDANGAN HIDUP
PANDANGAN HIDUP
PENGERTIAN
PANDANGAN HIDUP
Pandangan
hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman,
arahan, petunjuk hidup di dunia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu
dan tempat hidupnya.
Pandangan
hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yang terdiri dari 3 macam,
yaitu:
Pandangan hidup yang berasal dari agama, yaitu pandangan hidup yang
mutlak kebenarannya.
Pandangan hidup yang berupa Ideologi, yang disesuaikan dengan kebudayaan
dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
Pandangan hidup hasil renungan, yaitu pandangan hidup yang relatif
kebenarannya.
Pandangan
hidup mempunyai 4 unsur-unsur, yaitu:
Cita-cita
apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan.
Kebajikan
segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai dan tenteram.
Usaha
atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan.
Keyakinan
atau kepercayaan, merupakan hal terpenting dalam hidup manusia.
CITA-CITA
Cita-cita adalah keinginan,
harapan, tujuan, yang selalu ada dalam pikiran. Cita-cita merupakan pandangan
masa depan dan pandangan hidup dimasa yang akan datang.
Apabila cita-cita
belum tercapai maka cita-cita tersebut disebut angan-angan. Ada 3 faktor yang
menentukan seseorang dapat atau tidak mencapai cita-citanya, yaitu:
Manusianya
yang memiliki cita-cita
Kondisi
yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakan
Seberapa
tinggi cita-cita yang hendak dicapai.
KEBAJIKAN
Kebajikan
atau kebaikan adalah suatu perbuatan yang mendatangkan
kesenangan bagi diri sendiri maupun orang lain. Kebaikan pada hakekatnya sama
dengan perbuatan moral yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika.
Suara
hati adalah semacam bisikan didalam hati yang
mendesak seseorang untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu
perbuatan. Jadi suara hati dapat merupakan hakim untuk diri sendiri. Sebab itu
nilai suara hati amat besar dan penting dalam hidup manusia.
USAHA
DAN PERJUANGAN
Usaha
dan perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan
cita-cita. Sebagian hidup manusia adalah usaha atau berusaha. Apabila manusia
bercita-cita menjadi kaya, maka ia harus bekerja keras. Kerja keras itu dapat
dilakukan dengan otak atau ilmu maupun dengan tenaga atau jasmani bahkan dengan
keduanya.
Kerja
keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia.
Sebaliknya pemalas membuat manusia iri, miskin dan melarat bahkan menjatuhkan
harkat dan martabatnya sebagai seorang manusia
KEYAKINAN
ATAU KEPERCAYAAN
Keyakinan
atau kepercayaan berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan.
Aliran
Naturalisme, aliran ini berintikan spekulasi
mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak.
Aliran
Intelektualisme, besar aliran ini adalah logika atau
akal.
Aliran
gabungan, dasar aliran ini adalah perbuatan
yang gaib dan akal.
MANUSIA
DAN TANGGUNGJAWAB
PENGERTIAN
TANGGUNGJAWAB
Tanggung
jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku
atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab
juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
MACAM-MACAM
TANGGUNGJAWAB
Tanggungjawab
terhadap diri sendiri
TanggungJawab
Kepada Bangsa Dan Negara
TanggungJawab
Terhadap Tuhan
TanggungJawab
Terhadap Keluarga
TanggungJawab
Terhadap Masyarakat
PENGABDIAN
DAN PENGORBANAN
Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta kasih , kasih sayang, hormat,atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggungjawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan. Hal itu berarti mengabdi kepada keluarga.
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta kasih , kasih sayang, hormat,atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggungjawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan. Hal itu berarti mengabdi kepada keluarga.
Pengorbanan
Pengorbanan berasal
dari kata korban atau qurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan
berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang
bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung
pamrih.
MANUSIA
& KEGELISAHAN
PENGERTIAN
KEGELISAHAN
Kegelisahan
berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tentram
hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas.
Kecemasan
Ada 3 Macam :
Kecemasan
obyekif
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu
pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia
luar.
Kecemasan
neoritis (syaraf)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan
tentang bahaya dari naluriah. Kecemasan ini dibagi 3 macam, yakni :
(1). Kecemasan yang timbul karena
penyesuaian lingkungan;
(2). Bentuk ketakutan yang tegang dan
irrasional (phobia)
(3). Rasa takut lain ialah rasa gugup,
gagap dan sebagainya.
Kecemasan
moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi
seseorang (iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah dan cinta).
SEBAB-SEBAB
ORANG GELISAH
Sebab-sebab
orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya.
Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari
dalam.
USAHA-USAHA
MENGATASI KEGELISAHAN
Mengatasi
kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita
harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga
segala kesulitan dapat kita atasi.
KETERASINGAN
Keterasingan
berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dasar dari
kata asing.kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata
terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpindahkan dari yang lain, atau
terpencil
KESEPIAN
Kesepian
berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian
berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman.
KETIDAKPASTIAN
Ketidakpastian
berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan,
tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidakpastian
artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak
tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas.
SEBAB-SEBAB
TERJADI KETIDAKPASTIAN
1.
Obsesi
Obsesi merupakan
gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus
menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan, atau sebab-sebabnya
tak diketahui oleh penderita.
2.
Phobia
Ialah rasa ketakutan
yang tak terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa
diketahui sebab-sebabnya.
3.
Kompulasi
Ialah adanya keraguan
tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari
melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali
4.Histeria
Ialah neurosa jiwa
yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan,
kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, sugesti dari sikap orang lain.
SEBAB-SEBAB
TERJADI KETIDAKPASTIAN
5.
Delusi
Menunjukkan
pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu.
Delusi
persekusi : menganggap keadaan sekitarnya jelek.
Delusi
keagungan : menganggap dirinya orang penting dan besar.
Delusi
melancholis : merasa dirinya hina, bersalah, dan berdosa.
6.
Halusinasi
Khayalan
yang terjadi tanpa rangsangan panca indra.
7.
Keadaan emosi
Suatu keadaan yang
sangat berpengaruh oleh emosinya, sehingga tampak pada keseluruhan pribadinya.
MANUSIA
DAN HARAPAN
PENGERTIAN
HARAPAN
Harapan
berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi.
Arti
harapan adalah sesuatu yang diinginkan dapat terjadi dengan demikian harapan
itu menyangkut masa depan.
Antara
harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu :
1.
Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud.
2.
Pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih
baik atau meningkat.
APA
SEBAB MANUSIA MEMPUNYAI HARAPAN ?
Manusia
setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup ditengah
suatu keluarga atau anggota mayarakat lainnya.
Dorongan
Kodrat
Kodrat ialah
sifat atau keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri
manusia sejak manusia diciptakan Tuhan. Misalnya: menangis, bergembira,
berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya
DORONGAN
KEBUTUHAN HIDUP
Kebutuhan
manusia terdiri dari :
Kebutuhan
jasmani adalah kebutuhan yang kita butuhkan
dalam keseharian kita. Misalnya: makan, minum, pakaian, rumah dan lain-lain.
Kebutuhan
Rohani adalah kebutuhan batin manusia yang
hanya dapat dipenuhi. Misalnya agama, ketenangan jiwa
Kodratnya
Harapan Manusia Atau Kebutuhan Manusia adalah:
a)
Kelangsungan hidup (survival)
b)
Keamanan (safety)
c)
Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d)
Diakui lingkungan (status)
e)
Perwujudan cita-cita (self actualization)
Kelangsungan
Hidup
Setiap manusia yang
baru lahir telah mengharapkan makan dan minum. Manusia memiliki tiga kebutuhan
pokok yaitu:
Sandang
adalah kebutuhan manusia yang berguna untuk melindungi dirinya seperti pakaian,
dan lainnya.
Pangan
adalah kebutuhan manusia meliputi kebutuhan sehari-hari seperti makan minum dan
sebagainya.
Papan
adalah kebutuhan hidup manusia untuk berlindung setiap harinya contohnya rumah.
KEAMANAN
Setiap
orang membutuhkan keamanan, karena rasa aman tidak harus diwujudkan dengan perlindungan.
Rasa aman dapat diwujudkan oleh AGAMA karena itu merupakan benteng manusia
dalam menjalani hidup.
HAK
DAN KEWAJIBAN MENCINTAI DAN DICINTAI
Bila
sudah pada saatnya manusia pasti ingin mengerti maksud dicintai dan mencintai,
biasanya ini terjadi pada anak menginjak usia remaja.
STATUS
Status
adalah harga diri yang dimiliki oleh setiap orang yang telah melekat pada
dirinya.
Contohnya:
bila ada orang yang berprestasi maka orang itu mempunyai status lebih tinggi
dari orang sekitarnya.
PERWUJUDAN
CITA-CITA
Setiap
manusia sesuai dengan keahliannya mewujudkan cita-citanya yang juga dapat
mengembangkan bakat atau kepandaian.
KEPERCAYAAN
Kepercayaan
berasal dari kata percaya, yang artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran.
Contohnya
: kepercayaan terhadap tugas yang dibebankan kepada seseorang.
BERBAGAI
KEPERCAYAAN DAN USAHA MENINGKATKANNYA
Kepercayaan
kepada diri sendiri
Ini ditanamkan pada
diri manusia yang memang harus di teguhkan di hati.
Kepercayaan
kepada orang lain
Ini merupakan kepercayaan terhadap
saudara atau orang di sekitar kita.
Kepercayaan
kepada pemerintah
Pandangan demokratis adalah KEDAULATAN
DITANGAN RAKYAT.
Kepercayaan
kepada Tuhan
Kepercayaan ini amat
penting karena merupakan tali penghubung yang mengalirkan daya kekuatannya.
TERIMA
KASIH
